Penulis : Andi Muyassaroh Sabila ( Mahasantri Ma'had Aly Lathifiyah Parappe)
Perkuat Regenerasi Kepemimpinan, DEMA Ma’had Aly SulTan Gelar Musykerwil III
Polewali Mandar — Dewan Mahasantri (DEMA) Ma’had Aly Wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) III pada 18–20 Januari. Kegiatan ini berlangsung di Aula Putri Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, dengan Ma’had Aly Lathifiyah Parappe sebagai tuan rumah.
Musykerwil III mengusung tema “Penguatan Regenerasi DEMA Ma’had Aly Wilayah SulTan dalam Mewujudkan Kepemimpinan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045 di Tengah Tantangan Ekologis.” Forum ini menjadi wadah strategis bagi mahasantri Ma’had Aly untuk melakukan konsolidasi organisasi, menyusun program kerja, serta memperkuat visi dan misi dalam rangka kaderisasi ulama yang responsif terhadap tantangan zaman.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Dr. H. Imran Kesa, Wakil Mudir Ma’had Aly Lathifiyah Parappe Annanguru Al-Ustadz Sirojuddin, Wakil Mudir III Annanguru Syuaib Jawas, M.PD.I. , Ketua Majelis Keluarga Pondok Pesantren Salafiyah Parappe Annanguru Marfu’ Lathif, serta sivitas akademika Ma’had Aly Lathifiyah Parappe.
Selain itu, Musykerwil III juga diikuti oleh delegasi mahasantri dari berbagai Ma’had Aly, antara lain Ma’had Aly As’adiyah Sengkang, Ma’had Aly DDI Mangkoso, Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah, Ma’had Aly Baladul Amin Kalimantan, dan Ma’had Aly Thohir Yasin NTB.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Ma’had Aly Lathifiyah Parappe. Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pembukaan kegiatan tersebut. Ketua Panitia Musykerwil III, Agim Nastiar, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa Musykerwil III bertujuan untuk memilih kepemimpinan DEMA Wilayah yang baru, menyusun program kerja, serta menyatukan visi dan misi antar-Ma’had Aly dalam rangka memperkuat peran Ma’had Aly sebagai lembaga pencetak kader ulama. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik secara moral maupun material.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua DEMA Wilayah Sulawesi–Kalimantan–NTB, Nawir. Ia menegaskan bahwa Musykerwil bukan sekadar ajang silaturahmi antar-mahasantri, melainkan forum musyawarah strategis untuk menggali ide-ide baru dan memperkuat kerja sama. Menurutnya, tema kegiatan mencerminkan tiga hal penting, yaitu urgensi regenerasi kepemimpinan, peran mahasantri sebagai garda terdepan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, serta pentingnya kesadaran ekoteologis dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ma’had Aly Lathifiyah Parappe yang telah bersedia menjadi tuan rumah Musykerwil III.
Mudir Ma’had Aly Lathifiyah Parappe yang diwakili oleh Wakil Mudir III, Ustadz Syuaib, M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musykerwil sejatinya bukan sekadar agenda organisasi, melainkan bagian dari ijtihad jama’i dalam Islam. Ia mengutip prinsip “amruhum syūrā bainahum” sebagai landasan bermusyawarah, serta mengingatkan pentingnya memulai setiap keputusan dengan niat yang baik dan mempertimbangkan kemaslahatan, sebagaimana kaidah “taṣarruf al-imām manūṭun bi al-maṣlaḥah.” Ia berharap Musykerwil III melahirkan keputusan-keputusan yang membawa maslahat bagi umat dan lembaga Ma’had Aly.
Kegiatan Musykerwil III secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Dr. H. Imran Kesa. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri nikmat Allah SWT atas kesempatan berkumpul dalam forum musyawarah tersebut. Ia menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah dan kerja sama dalam membangun kualitas kepemimpinan mahasantri, yang tidak hanya berorientasi pada jabatan, tetapi juga pada nilai-nilai integritas, keteladanan, dan pengabdian.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan delapan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Agama, KH. Nasaruddin Umar, di antaranya penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi, pendidikan unggul berintegritas, pemberdayaan pesantren, pemberdayaan umat, optimalisasi peran rumah ibadah, serta digitalisasi tata kelola. Menurutnya, pesantren dan Ma’had Aly memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam mencetak pemimpin masa depan bangsa yang berlandaskan nilai keislaman dan kepedulian sosial.
Rangkaian acara pembukaan Musykerwil III ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Annanguru Sirojuddin, kemudian ditandai dengan pembacaan basmalah bersama sebagai simbol dimulainya seluruh agenda Musykerwil III.
Stay Ahead
of the Curve
Dapatkan notifikasi berita krusial langsung.