Penulis: Andi Muyassaroh sabilah (Mahasantri Aktif Ma'had Aly Lathifiyah Parappe)
“Seribu Satu Cerita: Jejak Pengabdian dan Kebersamaan Mahasantri Angkatan III”
Parappe_ Aula Putri Pondok Pesantren Salafiyah Parappe menjadi saksi terselenggaranya kegiatan bertema "Seribu Satu Cerita", sebuah acara reflektif yang menampilkan rangkaian momen dan pengalaman Kuliah Khidmah Mahasantri (KKM) Angkatan III Ma'had Aly Lathifiyah Parappe.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat malam, 26 Desember 2025, dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Mudir II dan Wakil Mudir III, Ketua Majelis Keluarga Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, para panitia lapangan KKM, seluruh dosen, serta mahasantri Ma’had Aly Lathifiyah Parappe. Kehadiran para pimpinan dan civitas akademika menambah khidmat sekaligus menunjukkan apresiasi terhadap perjuangan mahasantri selama menjalani KKM.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh salah satu peserta KKM Angkatan III. Lantunan tersebut membuka kegiatan dengan suasana religius dan penuh kekhusyukan.
Sambutan pertama disampaikan oleh Al-Ustadz Firdaus, S.Pd., M.Pd.selaku panitia pelaksana, yang memaparkan laporan pelaksanaan KKM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh dewan pembimbing lapangan atas bimbingan dan dedikasi mereka. Ia juga berpesan kepada para peserta KKM bahwa pengalaman yang diperoleh selama pengabdian merupakan pelajaran paling berharga dalam proses pembelajaran kehidupan. Hal tersebut ditegaskan melalui kutipan, “Experience is the best teacher, and the worst experiences teach the best lessons.” (Jordan Peterson).
Sambutan kedua disampaikan oleh Wakil Mudir III, Al-Ustadz Syuaib Jawas S.Pd.I.,M.Pd.I. Beliau menekankan bahwa KKM bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan rangkaian langkah kecil yang mengantarkan mahasantri menuju kesuksesan. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta KKM atas kerja sama, dedikasi, dan semangat kebersamaan yang telah ditunjukkan selama program berlangsung.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Majelis Keluarga Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, Nangguru Marfu' Latif. Dalam penyampaiannya, beliau mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh mahasantri yang telah berhasil menyelesaikan program KKM. Menurutnya, proses belajar dan mengabdi di tengah masyarakat telah memberikan banyak pengalaman berharga yang belum tentu diperoleh di lingkungan pesantren. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menyongsong masa depan serta berkontribusi nyata bagi masyarakat luas. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada para dewan pembimbing lapangan yang senantiasa memberikan arahan dan inspirasi, serta kepada panitia pelaksana yang telah menyukseskan kegiatan KKM. Sebagai pesan penutup, beliau berpesan kepada para mahasantri agar menjadikan pengalaman KKM sebagai modal berharga dalam perjalanan hidup, tidak cepat merasa puas, dan terus menuntut ilmu, karena ilmu diibaratkan sebagai samudra yang tak bertepi.
Usai rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada peserta KKM. Penghargaan tersebut meliputi beberapa kategori, antara lain nominasi unggahan terbaik, jumlah unggahan terbanyak dan paling konsisten, serta kreativitas posko dalam mendokumentasikan program kerja dan kebersamaan selama KKM. Sesi ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan oleh perwakilan peserta KKM dari posko terjauh, yang berlokasi di Rijang Pittu’, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Dalam penyampaiannya, perwakilan peserta menceritakan berbagai pengalaman, mulai dari dinamika kecil hingga tantangan besar, serta kebersamaan dan suka duka yang mempererat solidaritas selama menjalani KKM.
Sebagai penutup, seluruh hadirin disuguhkan pemutaran film dokumenter yang menampilkan perjalanan KKM dari berbagai posko. Dokumenter tersebut dikemas dengan nuansa sinematik yang menyatukan rasa haru, kebahagiaan, dan keceriaan, sekaligus menjadi refleksi mendalam atas makna pengabdian dan kebersamaan.
Kegiatan “Seribu Satu Cerita” ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga ruang refleksi bagi seluruh mahasantri untuk memaknai proses khidmah sebagai bagian penting dari pembentukan karakter dan pengabdian kepada umat.
Stay Ahead
of the Curve
Dapatkan notifikasi berita krusial langsung.